Karier di Compliance & IT Governance

Semakin besar sistem IT, semakin besar pula risikonya.

Bukan hanya risiko teknis seperti server down atau jaringan putus, tetapi juga risiko hukum, kebocoran data, audit, pelanggaran regulasi, hingga kerugian finansial akibat kelalaian proses.

Di sinilah peran Compliance & IT Governance menjadi penting.

Segmen ini bertugas memastikan seluruh operasional IT berjalan sesuai standar, kebijakan, dan regulasi yang berlaku. Fokusnya bukan membangun sistem, melainkan mengatur bagaimana sistem dikelola dengan aman, terkendali, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika engineer membangun teknologinya, maka governance memastikan teknologinya tidak menimbulkan masalah hukum atau bisnis.

Apa yang Dikerjakan Sehari-hari

Pekerjaan sehari-hari banyak berkaitan dengan kebijakan, kontrol, dan proses.

Engineer atau analyst di bidang ini menyusun standar operasional, membuat prosedur keamanan, melakukan risk assessment, serta memastikan setiap sistem memiliki kontrol yang jelas. Mereka juga melakukan audit internal, mengevaluasi kepatuhan, dan meninjau apakah praktik operasional sudah sesuai framework seperti ISO atau best practice industri.

Saat ada proyek baru, tim governance ikut menilai risikonya. Saat ada audit eksternal, mereka menyiapkan dokumen dan bukti kepatuhan. Saat terjadi insiden keamanan atau pelanggaran, mereka melakukan investigasi dari sisi proses dan kontrol.

Fokusnya bukan hanya “apa yang rusak”, tetapi “mengapa bisa terjadi dan bagaimana mencegahnya secara sistemik”.

Tantangan Pekerjaan

Tantangan terbesar di bidang ini adalah menyeimbangkan antara kebutuhan bisnis dan kepatuhan.

Terlalu longgar berisiko pelanggaran. Terlalu ketat bisa menghambat operasional.

Selain itu, banyak pekerjaan bersifat dokumentatif dan detail. Ketelitian sangat penting karena satu celah kecil dalam prosedur bisa menjadi temuan audit besar.

Bidang ini juga menuntut komunikasi lintas tim. Governance sering berkoordinasi dengan infrastruktur, keamanan, aplikasi, hingga manajemen untuk memastikan semua pihak mengikuti standar yang sama.

Teknisnya mungkin tidak se-intens engineer, tetapi tanggung jawabnya sangat besar.

Skill yang Dibutuhkan

Kompetensi utama mencakup pemahaman risk management, audit IT, kebijakan keamanan, manajemen layanan, serta framework seperti ISO 27001, ITIL, COBIT, atau NIST.

Engineer juga perlu memahami dasar infrastruktur, network, keamanan, dan aplikasi agar dapat menilai risiko secara realistis. Tanpa pemahaman teknis, sulit membuat kebijakan yang relevan.

Kemampuan analisis, dokumentasi, komunikasi formal, dan koordinasi stakeholder menjadi kunci utama di bidang ini.

Pendekatannya lebih strategis dan struktural dibanding operasional teknis.

Karakter yang Cocok

Segmen ini cocok bagi mereka yang sistematis, teliti, dan berpikir jangka panjang. Tipe yang menyukai keteraturan, standar kerja, serta proses yang rapi biasanya berkembang pesat.

Orang yang nyaman membaca dokumen, membuat kebijakan, dan berkomunikasi dengan banyak pihak non-teknis akan merasa cocok di jalur ini.

Bidang ini sering menarik bagi mereka yang ingin bergerak ke arah manajerial atau tata kelola organisasi.

Peluang Karier & Perusahaan

Kebutuhan compliance sangat tinggi di industri yang diatur ketat seperti perbankan, finansial, telekomunikasi, energi, dan cloud.

Di Indonesia, peluang tersedia di bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, BNI, perusahaan telekomunikasi, Telkomsigma, Lintasarta, Metrodata, Multipolar Technology, serta berbagai konsultan dan integrator IT.

Secara global, banyak peluang di perusahaan konsultan dan audit seperti Deloitte, PwC, EY, KPMG, Accenture, Capgemini, IBM, serta perusahaan teknologi besar yang memiliki standar kepatuhan tinggi.

Segmen ini sering menjadi jalur karier strategis menuju posisi IT Manager, Risk Manager, atau Chief Information Security Officer.

Sertifikasi yang Relevan

Di bidang governance dan compliance, sertifikasi memiliki peran penting karena menunjukkan pemahaman framework internasional.

Beberapa sertifikasi yang umum antara lain CISA (Certified Information Systems Auditor), CISM (Certified Information Security Manager), CRISC (Risk Management), ISO 27001 Lead Implementer/Auditor, ITIL Foundation, serta COBIT certification.

Untuk level awal, ITIL atau ISO foundation sudah cukup membantu. Level profesional dan manajerial biasanya membutuhkan CISA, CISM, atau sertifikasi setara.

Penutup

Compliance & IT Governance memastikan teknologi tidak hanya berjalan, tetapi juga berjalan dengan benar, aman, dan sesuai aturan. Perannya mungkin tidak selalu terlihat secara teknis, tetapi sangat menentukan stabilitas dan reputasi organisasi.

Bagi yang tertarik pada sisi strategis dan tata kelola IT, jalur ini menawarkan karier yang matang, profesional, dan memiliki dampak besar di level organisasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *