Pada 2026, perusahaan teknologi asal Tiongkok Huawei memperkenalkan arsitektur jaringan berbasis kecerdasan buatan (AI-centric network) yang ditujukan untuk operator telekomunikasi global. Solusi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan kapasitas trafik data, serta mendukung pertumbuhan layanan digital berlatensi rendah.
Peluncuran dilakukan sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur generasi berikutnya untuk jaringan 5G lanjutan dan persiapan 6G.
Otomatisasi Operasional Berbasis AI
Huawei mengintegrasikan machine learning langsung ke sistem manajemen jaringan, sehingga sejumlah proses dapat berjalan otomatis tanpa intervensi manual.
Implementasi mencakup:
- prediksi lonjakan trafik secara real-time
- optimasi distribusi bandwidth
- deteksi gangguan jaringan otomatis
- self-healing network untuk pemulihan cepat
- pengelolaan energi infrastruktur
Pendekatan ini ditujukan untuk menekan biaya operasional operator sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
Optimalisasi Kapasitas dan Latensi
Arsitektur AI digunakan untuk mengatur rute data paling efisien berdasarkan lokasi dan beban jaringan. Sistem melakukan penyesuaian dinamis guna menjaga stabilitas koneksi.
Penerapan teknis meliputi:
- routing adaptif
- alokasi spektrum otomatis
- prioritas trafik layanan kritikal
- edge computing untuk pemrosesan lokal
Dengan konfigurasi tersebut, operator dapat mengurangi latensi dan meningkatkan pengalaman pengguna.
Fokus Pasar Operator Global
Huawei menargetkan operator seluler dan penyedia infrastruktur digital di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa. Solusi AI-centric ditawarkan sebagai paket perangkat keras dan perangkat lunak terintegrasi.
Model ini memungkinkan operator:
- mempercepat deployment jaringan
- menurunkan biaya pemeliharaan
- meningkatkan utilisasi aset
- memperluas layanan enterprise
Penutup
Peluncuran arsitektur jaringan AI-centric pada 2026 menandai perluasan strategi Huawei di sektor infrastruktur telekomunikasi. Integrasi AI ke sistem jaringan ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung pertumbuhan trafik data global.

