Pada 2026, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat Google melakukan restrukturisasi internal dengan mengalihkan fokus investasi ke pengembangan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan otomatisasi produk. Langkah ini disertai penyesuaian jumlah karyawan di beberapa divisi non-prioritas serta realokasi anggaran riset dan operasional.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memusatkan sumber daya pada lini bisnis dengan pertumbuhan tertinggi.
Realokasi Sumber Daya ke AI dan Cloud
Dalam beberapa tahun terakhir, Google meningkatkan belanja modal untuk pusat data, chip AI, dan infrastruktur cloud. Pada 2026, prioritas tersebut diperluas dengan mempercepat integrasi AI generatif ke produk konsumen dan enterprise.
Fokus pengembangan meliputi:
- model bahasa besar (LLM) dan generative AI
- layanan cloud berbasis AI untuk perusahaan
- otomatisasi proses internal
- peningkatan efisiensi komputasi data center
- pengembangan chip akselerator AI khusus
Langkah ini ditujukan untuk memperkuat daya saing di pasar AI global.
Penyesuaian Struktur Organisasi
Seiring perubahan prioritas, Google melakukan penggabungan tim dan penghentian beberapa proyek yang dinilai tidak strategis. Sejumlah posisi di unit eksperimental dan produk dengan pertumbuhan rendah dialihkan atau dikurangi.
Penyesuaian organisasi mencakup:
- konsolidasi tim riset dan produk
- penghentian proyek non-inti
- relokasi karyawan ke unit AI dan cloud
- efisiensi biaya operasional
Perusahaan menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan menyederhanakan struktur dan mempercepat pengambilan keputusan.
Integrasi AI ke Produk Utama
Google mulai mengintegrasikan AI langsung ke berbagai layanan yang sudah ada. Pendekatan ini menempatkan AI sebagai lapisan teknologi dasar, bukan fitur tambahan.
Implementasinya meliputi:
- asisten berbasis AI di mesin pencari
- fitur generatif pada aplikasi produktivitas
- otomatisasi keamanan siber
- analitik data real-time untuk pelanggan cloud
Strategi ini memungkinkan monetisasi AI melalui langganan enterprise dan peningkatan penggunaan layanan cloud.
Dampak pada Persaingan Industri
Restrukturisasi tersebut terjadi di tengah persaingan ketat di sektor AI dan cloud, dengan sejumlah perusahaan teknologi besar mempercepat investasi pada infrastruktur komputasi dan model generatif.
Dengan memusatkan sumber daya pada AI dan cloud, Google menempatkan kedua lini tersebut sebagai penggerak utama pendapatan jangka panjang.
Penutup
Restrukturisasi organisasi pada 2026 menandai penyesuaian strategi Google menuju model bisnis yang lebih berfokus pada AI dan komputasi awan. Melalui realokasi anggaran, konsolidasi tim, dan integrasi teknologi ke produk inti, perusahaan memperkuat posisinya di pasar layanan digital berbasis data dan kecerdasan buatan.

